Kamis, 30 Juni 2011 - 10:55:09 WIBDari Guantanamo ke Makkah, Kisah Mualaf Penjaga Penjara yang Berumrah
Diposting oleh : Estede Esperanza
Kategori: Budaya - Dibaca: 144 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH - Masjidil Haram di Makkah
adalah jarak yang sangat jauh, jika disandingkan dengan Kamp Delta
milik Angkatan Laut AS, yang terkenal sebagai pusat tahanan di
pangkalan di Teluk Guantanamo. Tetapi, menjadi dekat ketika hati sudah
berniat. Begitulah yang dirasakan mantan penjaga penjara Guantanamo,
Terry Holdbrooks.
Terry, sekarang dikenal sebagai Mustafa,
memeluk Islam pada tahun 2003. Berita dia bersyahadat segera menyebar di
kalangan para prajurit di Guantanamo, apalagi tugasnya saat itu adalah
mengawasi tahanan terorisme.
Namun ia bertekad menghadapi segala
risiko, dan tak akan berbalik ke belakang, mengingkari syahadatnya. Ia
diberhentikan tak lama kemudian.
Darimana Terry menerima cahaya
Islam? Seorang tahanan dari Maroko, andil memberikan pengetahuan
keislaman padanya. Sebelumnya, ia telah terpesona pada peran Morgan
Freeman memainkan karakter Muslim di film Robin Hood: Prince of Thieves. Meski bukan cerita utama, namun Muslim dalam film itu tergambar secara semestinya.
Interaksi
dengan para tahanan mendorongnya untuk melihat Islam lebih dalam dan
mempelajarinya untuk dirinya sendiri. "Semakin banyak membaca semakin
saya yakin akan kebenaran Islam," akunya.
Sebagai anggota
militer, ia tak merasa berat dengan ajaran disiplin dalam Islam. "Aku
menikmati militer, dan aku menikmati Islam; keduanya memerlukan
kedisiplinan."
Berhenti dari sipir penjara, ia menangani urusan
sipil. Tak masalah baginya. Yang jadi masalah: ia ingin segera bertamu
ke Tanah Suci, berhaji atau berumrah. Namun jarak dan biaya tidaklah
sedikit.
Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari, ia mendapatkan
surat dari Canadian Dawah Association (CDA). Isinya: undangan untuk
menunaikan umrah.
Ia diundang oleh Shazaad Muhammad, presiden
dan pendiri Kanada dakwah Association (CDA), untuk melakukan ibadah haji
kecil, umrah. Dia terlonjak girang. "Kegiatan ini terinspirasi oleh
Nabi Muhammad SAW yang mengirimkan undangan kepada para pemimpin daerah
dan mengundang mereka untuk memeluk Islam," kata Shazaad Mohammed,
pimpinan CDA Celebrity Relations Program, yang juga Duta Besar PBB.
Terry tak menyia-nyiakan kesempatan. Ketika izin atasan sudah di tangan, ia segera berangkat.
"Ketika
saya pertama kali melihat Mekah dan melihat Ka'bah, saya sedikit
terkejut," katanya. "Saya terpesona dan menyadari bahwa ini adalah
pusat dunia saya sekarang. Mungkin bukan pusat dunia semua orang,
tetapi itu adalah pusat dunia saya. Saya ingin hidup berguna dalam
Islam."
Selama kunjungannya ke Tanah Suci, ia bertemu dengan
Sheikh Faisal Al-Ghazzawi, salah satu imam Masjidil Haram. Ia
mengungkapkan kegembiraannya menerima nasihat cara menjaga iman dari
sang imam.
Ia juga mengunjungi pabrik kiswah, penutup Ka'bah di
Makkah dan mendapat kehormatan meletakkan beberapa jahitan di kiswah
baru yang akan ditempatkan di Ka'bah di musim haji pada akhir tahun ini.
Hanya sepekan dia di sana dan "Waktu terlalu singkat. Saya ingin
tinggal lebih lama," ujarnya, yang mengaku nyaman berdoa di Makkah dan
Madinah.
Pulang umrah, ia menemukan batinnya makin kaya. "Batin saya seperti diremajakan kembali," ujarnya.

- Astaghfirullah...Pelaku Sunat di California Bakal Didenda 1.000 Dolar AS
- Toyota Etios Liva Pantas Masuk RI
- Menteri PDT: Bedah Desa Solusi Penghentian Pengiriman TKI
- Dalam Gerimis, Richard Gere Bersujud di Puncak Borobudur
- Menikmati Keindahan Bali, Richard Gere Ingin Privasi
Isi Komentar :





Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 