Jumat, 16 September 2011 - 11:39:19 WIBKominfo Kecewa dengan RIM
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Teknologi - Dibaca: 111 kali

Jakarta - Kecewa! Itulah kata pertama yang
dilontarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) perihal
pertemuannya dengan pembesut BlackBerry, Research In Motion (RIM) hari
ini, Kamis (15/9/2011).
Kepala Humas dan Pusat Informasi
Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto menjelaskan, kekecewaan pihaknya
itu lantaran sang vendor asal Kanada tidak jelas dalam memaparkan
progres PR mereka kepada pemerintah Indonesia.
Seperti diketahui,
dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona pagi ini,
Kominfo yang didampingi anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia
(BRTI) sedianya ingin mendengar laporan RIM soal progress janji-janji mereka.
Ada tiga hal pokok yang dinanti, yakni soal pembangunan layanan purna jual, fasilitas lawful interception (penyadapan) bagi penegak hukum Indonesia, dan pembangunan server atau Regional Network Agregator.
"Untuk
layanan purna jual mereka sangat yakin dapat mengejar target
pembangunan BlackBerry Authorized Customer Care Center. Namun yang
signifikan itu soal penyadapan dan server. Ini yang tidak bisa
dijelaskan dengan clear oleh RIM," tukas Gatot kepada detikINET, Kamis (15/9/2011).
Soal
akses penyadapan misalnya, RIM memang mengaku telah berkoordinasi
dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun koordinasi seperti apa
yang mereka lakukan itu belum jelas.
Kominfo pun khawatir
kontak-kontakan antara RIM dan KPK ini cuma formalitas, tidak
berkualitas untuk memunculkan realisasi konkret serta kurang sesuai
dengan fungsi penyadapan yang dimaksud.
"Kita kan belum
tahu seberapa jauh koordinasi mereka, takutnya cuma formalitas saja.
Nanti akan kita cek lebih lanjut. Sementara dengan aparat pemerintah
lainnya, seperti Polri, tidak disebutkan," tukas Gatot.
Sementara
untuk pembangunan server, jawaban RIM lebih tidak memberi kepastian
lagi. Bahkan bisa dibilang, jawaban mereka sama seperti
pertemuan-pertemuan sebelumnya.
"Server atau network agregator
sudah direncanakan untuk dibangun. Tapi belum jelas di Indonesia atau di
luar (negara lain-red.)," kata Gatot, mencontohkan jawaban RIM.
Jawaban
mengambang RIM itu tentu saja disayangkan. Padahal keberadaan server di
Indonesia dinilai sudah begitu penting. Sebab, bisa membuat akses
BlackBerry menjadi lebih cepat dan tarif bisa kembali ditekan. Ini
dirasa pantas dengan jumlah pengguna aktif BlackBerry Tanah Air yang
kini diperkirakan sudah sekitar 5 juta.
"Inti dari pertemuan
itu, kami kecewa. Ya, karena jawaban yang disampaikan masih belum jelas
dan progres realisasi janji mereka agak lambat. Padahal batas waktu
untuk realisasi janji-janji tersebut tinggal beberapa bulan lagi, yakni
sampai awal tahun," tegas Gatot.
"Namun kita mencoba untuk tetap berpikiran positif dan memberi kesempatan RIM untuk menjawab janji-janjinya," ia menandaskan.
Dalam
pertemuan tertutup tersebut, RIM diwakili oleh Jason Saunderson selaku
Manager Government Relation RIM Asia Pasifik. Sementara dari pemerintah
dipimpin oleh Iwan Krisnadi, anggota Komite Regulasi BRTI.
dikutip dari detik.com edisi 15/09/2011
Apa komentar anda??

- Midi player yang mampu menampilkan sheet notasi lagu secara real time
- Riedl: Wim tidak Layak Melatih Timnas Indonesia
- Enam Calon Pemain Naturalisasi Segera Disumpah
- Jadwal Timnas Indonesia Pra Piala Dunia 2014
- Indonesia Unggulan Terakhir di Putaran III
Isi Komentar :




Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 