Minggu, 20 November 2011 - 09:52:51 WIBSBY & Gillard Bahas Isu Sensitif Indonesia-Australia
Diposting oleh : Estede Esperanza
Kategori: Politik - Dibaca: 67 kali
-dalam.jpg)
Nusa Dua -
Presiden SBY dan PM Julia Gillard pagi ini mengadakan
pertemuan bilateral. Sejumlah isu sensitif dalam hubungan Indonesia dan
Australia akan dicarikan solusinya dalam pertemuan pagi ini.
Pertemuan dimulai pada pukul 09.00 WITA, Minggu (20/11/2011), bertempat di ballroom Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali.
"Kita
sesungguhnya punya niat baik membicarakan berbagai isu, termasuk yang
sensitif. Kalau itu tidak kita bicarakan, tidak baik," ujar SBY dalam
sambutannya.
"Rakyat kita tahu pemimpinnya berkumpul di sini
kemudian tidak membicarakan isu yang menjadi permasalahan bersama. Tanpa
kita bicarakan, maka tidak ada solusi," sambungnya.
Sebelumnya,
SBY menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas partisipasi
aktif Australia dalam East Asia Summit 9. Forum tersebut penting untuk
satukan langkah bersama hadapai masalah global demi masa depan kawasan
yang lebih baik.
"Hubungan bilateral berkembang baik, tak ada
masalah merisaukan atau mengganggu. Meskipun ada isu-isu bilateral yang
dibicarakan denan baik sambil terus mencari peluang yang baru," tambah
SBY.
Sementara PM Julia Gillar di dalam sambutannya menyampaikan
selamat atas bergabungnya Rusia dan AS dalam East Asia Summit. Dia
berharap forum ini akan lebih mampu melakukan aksi nyata mendorong
pertumbuhan ekonomi kawasan.
"Saya percaya kepemimpinan Bapak akan membawa situasi yang baik di kawasan," ujar Gillard.
Tidak
disebutkan juga, apa saja masalah sensitif yang dibicarakan. Namun
merujuk perkembangan terkini, setidaknya ada tiga isu penting yang
menjadi perhatian Indonesia dan Australia.
Pertama, penambahan
jumlah pasukan AS di pangkalan militernya di Darwin, Australia. Dua,
pembentukan forum kerja sama perdagangan bebas Trans Pasifik Partnership
yang Indonesia tolak.
Tiga, masalah penegakan HAM dan
kemerdekaan Papua. Banyak LSM dan politikus di Australia yang hampir
setiap tahun mengangkat isu tersebut, walau sikap resmi pemerintahnya
adalah mendukung Papua sebagai bagian NKRI.
Dikutip dari detik.com edisi 20 November 2011

- CIRI CIRI HIV DAN PENGOBATAN HIV
- Aplikasi Facebook Messenger Laris Diunduh
- Kominfo Kecewa dengan RIM
- Midi player yang mampu menampilkan sheet notasi lagu secara real time
- Riedl: Wim tidak Layak Melatih Timnas Indonesia
Isi Komentar :





Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 